Apikin.com

Blog · Desain & Identitas

Label Nutri-Level BPOM: Saatnya Menata Ulang Desain Kemasan

BPOM menetapkan label Nutri-Level di depan kemasan minuman olahan. Produsen punya 24 bulan untuk menyesuaikan formula, desain kemasan, dan labelnya.

Ilustrasi tipografis bertuliskan Nutri-Level dengan empat blok warna hijau tua, hijau muda, kuning, dan merah di atas siluet kemasan minuman
Ilustrasi: Tim Apikin

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkenalkan label baru di bagian depan kemasan pangan olahan bernama Nutri-Level. Ketentuannya tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, yang diundangkan pada 17 Juni 2026. Menurut siaran pers BPOM tertanggal 30 Juli 2026, label ini menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) sebuah produk.

Nutri-Level membagi produk ke dalam empat tingkat. Level A berwarna hijau tua dan menandakan profil gizi paling baik. Level B berwarna hijau muda, Level C kuning, dan Level D merah untuk kandungan GGL yang relatif paling tinggi. Penilaiannya dihitung per 100 ml produk siap konsumsi.

Ringkasan poin penting: Nutri-Level membagi produk ke Level A–D berdasarkan kadar GGL; Cakupan awal: minuman siap konsumsi, serbuk, dan konsentrat; Produsen punya 24 bulan sejak 17 Juni 2026 untuk menyesuaikan
Ringkasan poin penting dari artikel ini, disusun Tim Apikin.

Bukan sekadar hiasan di kemasan

BPOM menempatkan Nutri-Level sebagai alat kesehatan masyarakat. Tujuannya membantu konsumen memilih pangan dengan lebih cepat, sekaligus mendukung pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa label ini "bukan sekadar 'atribut' untuk memperindah label pangan".

Ada pula ketentuan soal pemanis. Produk Level A tidak memakai bahan tambahan pangan pemanis, baik alami maupun buatan. Level B hanya boleh memakai pemanis alami. Level C dan D boleh memakai keduanya. Artinya, formula produk ikut menentukan warna yang tampil di depan kemasan.

Siapa yang terdampak dan berapa lama waktunya

Cakupan yang disebut BPOM adalah minuman siap konsumsi, minuman serbuk, serta konsentrat cair dan padat. Pelaku usaha diberi masa penyesuaian 24 bulan sejak peraturan diundangkan untuk menyesuaikan produk dan labelnya.

Dua tahun terdengar panjang. Namun, bagi produsen kecil, perubahan label jarang berdiri sendiri. Desain kemasan perlu ditata ulang, berkas cetak diperbarui, dan stok kemasan lama harus diperhitungkan. Bila satu merek memiliki banyak varian rasa dan ukuran, pekerjaannya berlipat.

Tantangan desain di bidang yang sempit

Bagian depan kemasan adalah ruang paling berharga. Di sana sudah ada logo, nama produk, klaim, dan ilustrasi. Kini harus tersedia tempat bagi label Nutri-Level yang mudah terlihat. Penataan ulang hierarki visual, yaitu urutan elemen yang pertama kali ditangkap mata, menjadi tidak terhindarkan.

Warna label juga perlu diperhatikan. Bila latar kemasan didominasi hijau, kuning, atau merah, label bisa tenggelam atau bertabrakan dengan warna merek. Label perlu tetap terbaca di berbagai ukuran, dari botol besar hingga sachet kecil.

Ada juga soal konsistensi antarvarian. Satu merek bisa memiliki beberapa varian yang jatuh di level berbeda, tergantung kadar GGL dan pemanis di masing-masing formula. Desain kemasan perlu menampung perbedaan ini tanpa membuat keluarga produk terlihat tidak seragam. Di sisi lain, label ini juga dapat menjadi peluang. Produk yang berhasil diformulasi ulang ke level lebih baik dapat menyampaikannya dengan jelas di rak.

Apa artinya bagi Anda

  • Inventarisasi produk. Catat varian minuman Anda yang termasuk cakupan, lengkap dengan ukuran kemasan dan jumlah stok kemasan yang sudah tercetak.
  • Periksa formula lebih dulu. Level tidak ditentukan oleh desain, melainkan oleh kandungan GGL dan jenis pemanis. Diskusikan dengan tim produksi sebelum mengubah desain.
  • Siapkan sistem tata letak. Tentukan posisi baku label di depan kemasan untuk semua varian agar tampilan merek tetap konsisten.
  • Uji keterbacaan. Cetak contoh dalam ukuran nyata dan lihat dari jarak rak toko, bukan hanya di layar komputer.
  • Rencanakan masa transisi. Habiskan stok kemasan lama secara bertahap agar biaya cetak tidak terbuang.

Rincian teknis label tetap mengikuti teks peraturan dan panduan resmi BPOM, jadi pastikan Anda merujuk ke sumber tersebut. Bila Anda perlu menata ulang kemasan agar siap menampung label baru, lihat layanan desain kami atau ceritakan kebutuhan Anda.

Sumber

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.

Baca juga

Artikel lain

Punya kebutuhan serupa?

Ceritakan tujuan, audiens, dan tenggat Anda. Kami siapkan lingkup dan penawarannya.