Apikin.com

Blog · Konten Digital

Pixel 10 Sematkan Content Credentials C2PA di Setiap Foto Kamera

Google menanamkan Content Credentials berstandar C2PA di setiap foto dari kamera Pixel 10. Bukti asal-usul konten mulai menjadi bagian dari produksi.

Ilustrasi tipografi bertuliskan Keaslian Konten dengan ikon kamera dan tanda centang di dalam lencana
Ilustrasi: Tim Apikin

Google mengumumkan bahwa ponsel Pixel 10 mendukung Content Credentials berstandar C2PA pada aplikasi Pixel Camera dan Google Photos. Penjelasannya dimuat di blog resmi Google pada 10 September 2025, setelah diumumkan dalam acara Made by Google 2025. Menurut Google, Pixel 10 adalah jajaran ponsel pertama yang menanamkan Content Credentials di setiap foto hasil kameranya.

C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity) adalah standar lintas industri untuk mencatat asal-usul sebuah konten. Content Credentials berisi keterangan bertanda tangan digital tentang bagaimana sebuah gambar dibuat atau diubah.

Ringkasan poin penting: Setiap foto JPEG dari kamera Pixel 10 membawa Content Credentials; Google Photos menambahkan kredensial pada hasil suntingan AI; Fokusnya bukti asal-usul, bukan sekadar label AI atau bukan AI
Ringkasan poin penting dari artikel ini, disusun Tim Apikin.

Bagaimana cara kerjanya

Pixel Camera menyematkan kredensial pada setiap foto berformat JPEG, dengan keterangan yang menyesuaikan mode pemotretan. Google Photos menambahkan kredensial pada gambar yang disunting dengan alat AI. Aplikasi itu juga menambahkannya pada foto berkredensial yang disunting dengan alat biasa. Pengguna dapat melihat keterangan tersebut di panel About pada Google Photos.

Google menyebut Pixel Camera telah mencapai Assurance Level 2. Menurut Google, ini adalah tingkat keamanan tertinggi yang sejauh ini ditetapkan program kesesuaian C2PA. Ponsel juga dapat membuat penanda waktu tepercaya meski sedang tidak tersambung ke internet. Dengan begitu, kredensial tetap dapat diverifikasi meskipun sertifikatnya kelak kedaluwarsa.

Bukan lagi soal AI atau bukan AI

Bagian paling menarik dari pengumuman ini adalah cara pandangnya. Google tidak membagi konten menjadi buatan AI dan bukan buatan AI. Google membaginya menjadi konten yang memiliki bukti asal-usul yang dapat diverifikasi dan konten yang tidak memilikinya.

Google beralasan bahwa bila hanya konten sintetis yang diberi label, orang cenderung menganggap konten tanpa label pasti asli. Padahal belum tentu demikian. Pendekatan bukti asal-usul berusaha menutup celah tersebut.

Relevansinya bagi konten organisasi

Bagi instansi, perusahaan, dan organisasi, foto dokumentasi sering menjadi bukti kegiatan atau bahan publikasi. Di tengah maraknya gambar tiruan, kemampuan menunjukkan bahwa sebuah foto memang diambil di lokasi dan waktu tertentu akan makin bernilai. Standar seperti C2PA kemungkinan akan makin sering ditemui pada kamera, aplikasi penyuntingan, dan platform.

Privasi tetap diperhatikan

Google juga menjelaskan sisi privasinya. Sertifikat diterbitkan tanpa memerlukan akun pengguna. Setiap kunci dan sertifikat hanya dipakai untuk menandatangani satu gambar. Google menyebut otoritas sertifikatnya menerapkan kebijakan tanpa pencatatan data seperti alamat IP. Google juga mengundang pengembang lain untuk menilai pendekatannya, dan pengembang Android dapat memakai alat yang sama.

Langkah ini menunjukkan bahwa bukti asal-usul konten mulai dibangun dari perangkat, bukan hanya dari platform tempat konten diunggah.

Tentu saja, Content Credentials bukan jaminan mutlak bahwa sebuah konten benar. Kredensial hanya mencatat bagaimana sebuah berkas dibuat dan diubah. Isi pesan, konteks, dan cara penyajiannya tetap menjadi tanggung jawab pembuat konten. Karena itu, teknologi ini paling berguna bila disertai kebiasaan produksi yang jujur dan tertib.

Apa artinya bagi Anda

  • Simpan berkas asli. Arsipkan foto dan video mentah sebelum disunting, beserta metadatanya.
  • Kenali alat Anda. Cari tahu apakah kamera dan aplikasi yang dipakai tim mendukung Content Credentials.
  • Catat proses penyuntingan. Ketahui bagian mana yang diubah, terutama bila memakai alat AI.
  • Jaga kebiasaan transparan. Bersikap terbuka tentang proses produksi membantu menjaga kepercayaan publik.

Bila Anda ingin dokumentasi dan konten visual organisasi dikelola dengan alur kerja yang rapi sejak pemotretan hingga publikasi, lihat layanan produksi konten kami atau sampaikan kebutuhan Anda.

Sumber

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.

Baca juga

Artikel lain

Punya kebutuhan serupa?

Ceritakan tujuan, audiens, dan tenggat Anda. Kami siapkan lingkup dan penawarannya.