Survei APJII 2026: Pengguna Internet Indonesia Capai 235 Juta
Survei APJII 2026 mencatat 235,26 juta pengguna internet di Indonesia. Komunikasi dan media sosial menjadi alasan utama, disusul hiburan dan informasi.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis Survei Profil Internet Indonesia 2026 pada Mei 2026. Menurut laporan detikInet dan Metro TV News, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235.261.078 jiwa. Tingkat penetrasinya 81,72 persen, naik dari 80,66 persen pada tahun sebelumnya.
Survei dilakukan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026. APJII mewawancarai 8.700 responden secara tatap muka di 38 provinsi, dengan sasaran warga berusia 13 tahun ke atas. Margin kesalahannya sekitar 1,1 persen.

Alasan orang memakai internet
Komunikasi dan media sosial menjadi alasan utama dengan porsi 19,9 persen. Hiburan digital, seperti streaming dan gim, menyusul dengan 19,7 persen. Pencarian informasi dan berita berada di posisi berikutnya dengan 19,6 persen, lalu transaksi e-commerce dan layanan digital dengan 18,7 persen.
Angka-angka ini berdekatan. Artinya, orang Indonesia memakai internet untuk banyak keperluan sekaligus. Mereka berkomunikasi, mencari hiburan, membaca informasi, dan berbelanja, sering kali dari aplikasi yang sama.
Detik juga mencatat bahwa layanan publik dan pemerintahan baru menjadi alasan bagi 4,5 persen pengguna. Bagi instansi, angka ini bisa dibaca sebagai peluang. Informasi layanan publik mungkin lebih mudah menjangkau warga bila hadir di kanal yang sudah sering mereka buka.
Ponsel dan kebiasaan berjam-jam
Menurut Metro TV News, ponsel pintar menjadi perangkat utama bagi 84,31 persen pengguna. Mayoritas pengguna mengakses internet empat hingga enam jam per hari. Generasi milenial dan Gen Z mencatat penetrasi tertinggi, masing-masing 90,34 persen dan 89,02 persen.
Pulau Jawa masih mendominasi dengan kontribusi 58,24 persen dari pengguna nasional. Penetrasi terendah tercatat di Maluku dan Papua, yaitu 69,74 persen. Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur dan penguatan literasi digital.
Pertumbuhan melambat, persaingan perhatian makin ketat
Detik mencatat pertambahan pengguna tahun ini sekitar enam juta orang. Saat sebagian besar penduduk sudah terhubung, tantangannya bergeser. Pertanyaannya bukan lagi apakah audiens ada di internet, melainkan apakah konten Anda cukup jelas dan menarik untuk diperhatikan. Dengan begitu banyak pilihan hiburan dan informasi, konten yang asal unggah akan mudah terlewat.
Survei ini juga mencatat alasan sebagian warga belum terhubung. Yang terbanyak adalah tidak memiliki perangkat (34 persen) dan tidak tahu cara menggunakan perangkat digital (31,5 persen). Bagi instansi, ini pengingat bahwa kanal digital perlu dilengkapi saluran informasi lain.
Metro TV News juga mencatat bahwa penipuan daring menjadi kasus yang paling sering dialami pengguna pada 2026, yaitu 13,6 persen. Bagi organisasi, ini menjadi alasan tambahan untuk menjaga konsistensi tampilan dan gaya bahasa akun resmi. Akun yang dikenali dengan jelas lebih mudah dibedakan dari akun tiruan.
Apa artinya bagi Anda
- Rancang untuk layar ponsel. Pastikan teks terbaca dan visual tetap jelas di layar kecil.
- Gabungkan informasi dan hiburan. Konten yang informatif sekaligus enak ditonton sesuai dengan pola penggunaan yang beragam.
- Hadir di kanal yang dipakai warga. Instansi dapat menyampaikan informasi layanan melalui media sosial, bukan hanya situs resmi.
- Jaga ritme unggahan. Dengan waktu daring berjam-jam setiap hari, kehadiran yang rutin lebih mudah diingat.
- Perhatikan keragaman wilayah. Sesuaikan bahasa dan ukuran berkas bagi audiens dengan koneksi yang belum merata.
Bila Anda ingin menyiapkan konten yang ramah ponsel dan terbit secara rutin, lihat layanan produksi konten kami atau ceritakan kebutuhan Anda.
Sumber
- Pengguna Internet Indonesia Tembus 235 Juta, Penetrasi 81,72% — detikInet, 22 Mei 2026
- Survei: Pengguna Internet Indonesia Capai 235.261.078 Jiwa — Metro TV News, 19 Mei 2026
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.