TikTok Uji Watermark Tak Terlihat dan Pengatur Konten AI
TikTok menguji watermark tak terlihat untuk konten buatan AI dan fitur pengatur porsi konten AI di beranda. Label AI makin menjadi perhatian kreator.

TikTok mengumumkan dua langkah baru terkait konten buatan kecerdasan artifisial (AI) melalui TikTok Newsroom pada 19 November 2025. Pertama, pengguna dapat mengatur seberapa banyak konten AI yang muncul di beranda For You. Kedua, TikTok menguji tanda air tak terlihat (invisible watermark) untuk memperkuat label konten AI.
Menurut TikTok, kedua fitur itu mulai diuji dalam beberapa pekan setelah pengumuman. TikTok juga menyebut telah membantu memberi label pada lebih dari 1,3 miliar video hingga saat itu.

Dua lapis penanda untuk konten AI
Selama ini TikTok sudah memakai C2PA Content Credentials. Teknologi lintas industri ini menyisipkan metadata, yaitu data keterangan di dalam berkas, yang menandakan bahwa sebuah konten dibuat dengan AI. Platform lain yang memakai standar yang sama dapat membaca keterangan tersebut.
Watermark tak terlihat menambah lapisan baru. Tanda ini hanya bisa dibaca oleh TikTok dan dirancang lebih sulit dihapus dibanding label biasa. TikTok akan menambahkannya pada konten AI yang dibuat dengan alat TikTok, seperti AI Editor Pro. Tanda yang sama juga ditambahkan pada konten yang diunggah dengan C2PA Content Credentials.
Pengguna kini bisa memilih
Fitur pengatur konten AI ditempatkan di menu Manage Topics. Cara kerjanya serupa dengan pengatur topik lain. Fitur ini tidak menghapus konten AI sepenuhnya, tetapi menyesuaikan porsinya di beranda.
Bagi pembuat konten, perubahan ini mengirim pesan yang jelas. Penonton mulai diberi kendali untuk memilih seberapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat. Konten yang mengandalkan AI sepenuhnya bisa saja menjangkau penonton yang lebih sempit bila banyak orang mengurangi porsinya.
Kewajiban label tetap berlaku
TikTok menegaskan bahwa kreator wajib memberi label pada konten AI yang realistis. Penegakannya memakai beberapa cara, termasuk alat label untuk kreator, model deteksi milik TikTok, dan C2PA Content Credentials. TikTok juga meluncurkan dana literasi AI senilai 2 juta dolar AS untuk para ahli yang membuat konten edukasi tentang AI dan keamanan.
Mengapa penanda ganda diperlukan
Metadata mudah hilang. Saat video diunduh, disunting ulang, atau diunggah ke aplikasi lain, keterangan di dalam berkas bisa ikut terhapus. Karena itu, platform mulai memakai lebih dari satu cara untuk menandai konten AI. Bagi pembuat konten, ini berarti jejak penggunaan AI makin sulit disembunyikan. Pilihan yang paling masuk akal adalah bersikap terbuka sejak awal produksi, bukan menunggu label ditempelkan oleh sistem.
Langkah TikTok ini juga sejalan dengan upaya lintas industri. TikTok menyebut dirinya mendukung Partnership on AI dan telah menjadi anggota pendiri kerangka praktik bertanggung jawab untuk media sintetis sejak 2023. Artinya, urusan label AI bukan kebijakan sesaat, melainkan bagian dari arah industri.
Apa artinya bagi Anda
- Catat alat yang dipakai. Ketahui bagian mana dari konten Anda yang dibuat atau diubah dengan AI.
- Beri label dengan jujur. Label yang tepat menjaga kepercayaan audiens dan sejalan dengan aturan platform.
- Jangan mengandalkan AI sepenuhnya. Rekaman asli, wajah tim, dan suara narasumber tetap memberi nilai yang sulit digantikan.
- Perhatikan berkas mentah. Metadata dan watermark dapat terbawa saat berkas disunting, jadi simpan berkas asli dengan rapi.
- Buat pedoman internal. Instansi dan perusahaan perlu aturan sederhana tentang kapan AI boleh dipakai dalam konten resmi.
Bila Anda ingin konten media sosial yang memakai AI secara terukur dan tetap jujur kepada audiens, layanan produksi konten kami dapat menjadi titik awal. Hubungi kami untuk membicarakannya.
Sumber
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.