Aturan Aksesibilitas Eropa Berlaku, Takarir Video Makin Penting
European Accessibility Act berlaku sejak 28 Juni 2025 dan menyebut takarir serta juru bahasa isyarat. Ini pelajaran bagi pembuat video di mana pun.

Sejak 28 Juni 2025, Uni Eropa memberlakukan European Accessibility Act (EAA), yakni Direktif (UE) 2019/882 tentang persyaratan aksesibilitas produk dan jasa. Menurut AccessibleEU, pusat sumber daya aksesibilitas yang didukung Komisi Eropa, tanggal itu menandai mulai berlakunya persyaratan tersebut.
Dalam beritanya pada 31 Juli 2025, Komisi Eropa menyebut aturan ini menyasar produk dan layanan penting, seperti ponsel, komputer, televisi, layanan perbankan, transportasi umum, dan platform e-dagang. Komisi juga mencatat ada sekitar 100 juta penyandang disabilitas di Uni Eropa.

Di mana posisi video dalam aturan ini
Salah satu layanan yang tercakup adalah layanan yang memberi akses ke media audiovisual. Teks direktif menjelaskan layanan ini sebagai sarana untuk mencari, memilih, dan menonton tayangan, termasuk fitur aksesibilitasnya. Fitur yang disebut antara lain takarir untuk penonton Tuli dan penonton dengan gangguan pendengaran, audiodeskripsi, takarir lisan, serta juru bahasa isyarat.
Direktif ini juga memuat batas waktu yang perlu dicermati. Media berbasis waktu yang direkam sebelumnya, seperti video, dan diterbitkan di situs atau aplikasi sebelum 28 Juni 2025 dikecualikan dari cakupannya. Dengan kata lain, perhatian tertuju pada konten yang terbit sesudah tanggal itu.
Ada pula pengecualian bagi usaha mikro penyedia jasa. Direktif mendefinisikannya sebagai usaha dengan kurang dari 10 pekerja dan omzet tahunan atau total neraca tidak lebih dari 2 juta euro. Penyedia jasa juga mendapat masa transisi hingga 28 Juni 2030 untuk tetap memakai produk yang sudah mereka gunakan secara sah sebelumnya.
Mengapa relevan di luar Eropa
Aturan ini berlaku di Uni Eropa. Namun, gaungnya lebih luas. Perusahaan yang melayani konsumen Eropa perlu memperhatikannya. Standar seperti ini juga sering dijadikan acuan praktik baik oleh organisasi di negara lain.
Takarir sendiri bermanfaat bagi lebih banyak orang daripada yang sering diperkirakan. Selain penonton Tuli, takarir dapat membantu orang yang menonton di tempat ramai tanpa suara atau penonton yang kurang akrab dengan bahasa narasi. Bagi instansi, video sosialisasi yang dilengkapi takarir dan juru bahasa isyarat menjangkau warga secara lebih setara.
Perlu dibedakan pula beberapa istilah. Takarir menampilkan dialog dan bunyi penting dalam bentuk teks. Audiodeskripsi adalah narasi tambahan yang menjelaskan apa yang terlihat di layar bagi penonton tunanetra. Takarir lisan membacakan teks takarir dengan suara. Ketiganya memerlukan perencanaan yang berbeda dalam proses penyuntingan.
Apa artinya bagi Anda
- Anggarkan takarir sejak awal. Masukkan pembuatan takarir ke jadwal dan biaya produksi, bukan sebagai tambahan di menit terakhir.
- Kenali dua jenis takarir. Takarir yang menempel di gambar (open caption) praktis untuk media sosial. Berkas takarir terpisah (closed caption) dapat dinyalakan atau dimatikan penonton di YouTube dan situs.
- Periksa akurasi. Takarir otomatis membantu, tetapi nama orang, istilah teknis, dan angka tetap perlu diperiksa manusia.
- Siapkan ruang untuk audiodeskripsi. Sisakan jeda dalam narasi agar keterangan visual dapat disisipkan tanpa menimpa dialog.
- Rencanakan juru bahasa isyarat. Untuk video layanan publik, posisi juru bahasa isyarat di dalam bingkai perlu dipikirkan sejak pengambilan gambar.
- Rujuk aturan resminya. Bila Anda melayani pasar Eropa, baca teks direktif dan aturan nasional negara tujuan, atau minta pendapat ahli hukum.
Bila Anda ingin video yang lebih mudah diakses semua kalangan, simak layanan produksi dan penyuntingan video kami atau hubungi kami untuk berdiskusi.
Sumber
- Directive (EU) 2019/882 on the accessibility requirements for products and services — EUR-Lex, Uni Eropa, 7 Juni 2019
- A new era for inclusion begins: The EAA enters into force — AccessibleEU, 27 Juni 2025
- The EU becomes more accessible for all — Komisi Eropa, 31 Juli 2025
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.