Video Vertikal Merambah LinkedIn, Peluang Baru Komunikasi Bisnis
Unggahan video di LinkedIn naik 36 persen dan platform ini menghadirkan umpan video vertikal. Simak dampaknya bagi cara perusahaan memperkenalkan diri.

Video vertikal tidak lagi hanya milik platform hiburan. Seperti dilaporkan TechCrunch pada 4 Februari 2025, LinkedIn memperluas fitur video vertikalnya setelah unggahan video di platform itu naik 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut laporan yang sama, pembuatan video langsung di platform tumbuh 100 persen.
LinkedIn, jejaring profesional yang saat itu memiliki lebih dari satu miliar pengguna, menghadirkan umpan video vertikal layar penuh di versi web. Tampilan serupa sudah lebih dulu hadir di aplikasi seluler. Penonton dapat menggeser atau mengklik untuk berpindah ke video berikutnya.

Tren yang berlanjut sepanjang tahun
Pertumbuhan itu tidak berhenti di awal tahun. Social Media Today melaporkan pada 30 Oktober 2025 bahwa CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, mencatat tiga kuartal berturut-turut pertumbuhan dua digit untuk unggahan video. Data itu disampaikan bersamaan dengan laporan kinerja Microsoft untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026. Jumlah anggota LinkedIn disebut mencapai 1,3 miliar.
LinkedIn juga menambahkan sejumlah fitur pendukung. Di antaranya pratinjau profil kreator tanpa meninggalkan video dan deretan video di hasil pencarian. Menurut TechCrunch, analitik untuk melihat rata-rata durasi tonton saat itu sedang dikembangkan. TechCrunch juga mengutip laporan Digiday bahwa jumlah penonton video di LinkedIn naik 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Social Media Today mencatat angka lain yang menunjukkan meningkatnya interaksi, yaitu kenaikan komentar sebesar 24 persen. Video dan percakapan tampak tumbuh bersamaan di platform ini.
Mengapa penting untuk komunikasi bisnis
LinkedIn adalah tempat orang mencari mitra, pemasok, dan calon karyawan. Ketika platform ini mendorong video vertikal, cara perusahaan memperkenalkan diri ikut berubah. Profil perusahaan yang dulu cukup berupa teks dan foto kini bersanding dengan video singkat yang dibuat untuk layar ponsel.
Format vertikal punya tuntutannya sendiri. Bingkai yang sempit membuat komposisi gambar perlu direncanakan ulang. Teks di layar harus tetap terbaca di ponsel. Pesan utama juga sebaiknya muncul di detik-detik awal, karena penonton dapat langsung menggeser ke video lain.
Bagi perusahaan yang sudah memiliki video profil horizontal, kabar ini tidak berarti semuanya harus dibuat ulang. Bahan yang ada sering kali masih dapat disunting ulang, selama komposisi gambarnya memungkinkan untuk dipotong ke format tegak.
Menyiapkan video vertikal yang layak tonton
Video vertikal yang baik tidak sekadar video horizontal yang dipotong. Subjek utama perlu berada di tengah bingkai. Wawancara sebaiknya direkam dengan ruang yang cukup di atas dan di bawah kepala narasumber. Grafis dan logo juga perlu ditempatkan agar tidak tertutup tombol atau keterangan bawaan aplikasi. Hal-hal kecil ini lebih mudah diatur sejak pengambilan gambar daripada diperbaiki saat penyuntingan.
Apa artinya bagi Anda
- Rencanakan dua orientasi. Saat syuting video profil, ambil gambar yang aman untuk format horizontal dan vertikal sekaligus.
- Pecah video panjang. Satu video profil dapat disunting menjadi beberapa klip vertikal, misalnya tentang layanan, tim, atau proses kerja.
- Tampilkan orang sungguhan. Di jejaring profesional, pimpinan dan tim yang berbicara langsung membantu membangun kedekatan.
- Siapkan takarir. Penonton tidak selalu dapat menyalakan suara, sehingga teks di layar membantu pesan tetap tersampaikan.
- Pantau durasi tonton. Gunakan analitik platform untuk melihat bagian mana yang membuat penonton bertahan atau beralih.
Bila Anda ingin menyiapkan video profil yang luwes untuk berbagai format, pelajari layanan video kami atau sampaikan kebutuhan Anda.
Sumber
- LinkedIn amps up vertical video tools as uploads jump 36% — TechCrunch, 4 Februari 2025
- LinkedIn Reports Significant Increases in Post Comments and Video Posts — Social Media Today, 30 Oktober 2025
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.