Inggris Ubah Aturan Drone, Pelajaran bagi Dokumentasi Acara
Sejak 1 Januari 2026, Inggris mewajibkan Flyer ID untuk drone 100 gram ke atas. Perubahan ini memberi pelajaran bagi perencanaan dokumentasi udara di acara.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (UK Civil Aviation Authority atau CAA) memberlakukan perubahan aturan drone mulai 1 Januari 2026. Dalam pengumumannya pada 29 Desember 2025, CAA menyebut aturan ini disederhanakan agar lebih mudah dipahami dan agar penggunaan drone dapat tumbuh dengan aman.
Perubahan yang paling terasa menyangkut batas berat. Sebelumnya, ujian teori untuk memperoleh Flyer ID diwajibkan bagi pengguna drone di atas 250 gram. Kini batas itu turun menjadi 100 gram. Ujian teorinya tersedia di situs CAA tanpa biaya. CAA memperkirakan perubahan ini dapat memengaruhi hingga 500.000 pengguna drone.

Drone ringan berkamera ikut terdaftar
Panduan CAA membedakan dua identitas. Flyer ID diperoleh pilot setelah lulus ujian teori. Operator ID adalah pendaftaran bagi pemilik atau penanggung jawab drone. Operator ID kini wajib untuk drone 250 gram ke atas, serta drone 100 gram ke atas yang membawa kamera.
Artinya, drone mini yang ringan pun masuk dalam kewajiban pendaftaran selama membawa kamera. Selain itu, drone yang dipasarkan sejak 1 Januari 2026 wajib memiliki tanda kelas UK0 hingga UK6. Drone lama tanpa tanda kelas tetap boleh diterbangkan dengan mengikuti aturan berdasarkan beratnya. Drone bertanda kelas C dari Uni Eropa dapat diterbangkan sebagai kelas Inggris yang setara hingga 31 Desember 2027.
Aturan ini juga menyentuh keluarga. Anak di bawah 18 tahun boleh mengikuti ujian Flyer ID sendiri, tetapi Operator ID harus dipegang orang tua atau wali. Anak di bawah 12 tahun wajib diawasi oleh orang berusia 16 tahun ke atas saat menerbangkan drone.
Jarak dari orang menjadi perhatian
CAA membagi penerbangan kategori terbuka ke dalam beberapa subkategori. Untuk subkategori A2, pilot perlu sertifikat kompetensi tambahan. Pilot juga wajib menjaga jarak setidaknya 30 meter dari orang yang tidak terlibat, atau 5 meter dalam mode kecepatan rendah, dan tidak terbang di atas mereka.
Untuk subkategori A3, jaraknya minimal 50 meter dari orang yang tidak terlibat. Pilot juga harus menjauh setidaknya 150 meter dari kawasan permukiman, rekreasi, komersial, atau industri. CAA turut mengingatkan pengguna untuk memeriksa pembatasan wilayah udara dan menjauhi bandara serta lokasi pendaratan helikopter.
Ketentuan seperti ini relevan untuk acara. Tamu undangan, penonton, dan warga sekitar dapat tergolong orang yang tidak terlibat dalam penerbangan. Rencana pengambilan gambar dari udara karena itu perlu disusun bersama tata letak acara.
Bagaimana dengan Indonesia
Aturan di atas berlaku di Inggris dan tidak otomatis berlaku di Indonesia. Setiap negara memiliki ketentuannya sendiri. Bila Anda merencanakan dokumentasi udara di Indonesia, periksa ketentuan resmi Kementerian Perhubungan serta izin dari pengelola lokasi acara.
Apa artinya bagi Anda
- Tanyakan kesiapan pilot. Pastikan penyedia dokumentasi udara memahami dan memenuhi aturan yang berlaku di lokasi acara.
- Libatkan drone sejak perencanaan. Titik lepas landas, jalur terbang, dan waktu terbang sebaiknya disepakati bersama panitia sejak awal.
- Beri tahu tamu. Informasikan bahwa acara akan direkam dari udara, terutama di area yang ramai.
- Siapkan rencana cadangan. Cuaca, izin, atau kepadatan tamu bisa membuat drone batal terbang. Kamera darat tetap perlu disiapkan.
- Jangan anggap drone kecil bebas aturan. Pengalaman Inggris menunjukkan drone ringan berkamera pun dapat diwajibkan terdaftar.
Bila Anda sedang merencanakan dokumentasi acara, termasuk kebutuhan gambar dari berbagai sudut, lihat layanan dokumentasi kami atau ceritakan rencana acara Anda.
Sumber
- Regulator calls on new and existing drone users to learn new rules before taking off — UK Civil Aviation Authority, 29 Desember 2025
- Getting what you need to fly legally — UK Civil Aviation Authority, diakses 26 Oktober 2026
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.