Indeks SPBE Naik: Saatnya Website Instansi Ikut Berbenah
Indeks SPBE nasional 2024 mencapai 3,12 dan melampaui target RPJMN. Menteri PANRB menekankan layanan berkualitas, dan website instansi adalah wajah pertamanya.

Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) nasional kembali naik. Seperti dilaporkan detikNews pada 6 Januari 2025, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan bahwa indeks SPBE hasil evaluasi 2024 mencapai 3,12 dari skala 5. Capaian itu masuk kategori baik dan melampaui target RPJMN 2020–2024 sebesar 2,60.
Evaluasi mencakup 615 instansi pusat dan pemerintah daerah. Sebanyak 48 instansi meraih predikat memuaskan. Hasil tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 663 Tahun 2024.

Cara SPBE dinilai
Menurut detikNews, penilaian melibatkan 34 perguruan tinggi sebagai asesor eksternal. Ada 47 indikator yang terbagi ke dalam empat domain, yaitu kebijakan, tata kelola, manajemen, dan layanan. Indeks ini disebut terus meningkat sejak evaluasi pertama pada 2018.
Laporan yang sama mencatat posisi Indonesia dalam survei e-Government Perserikatan Bangsa-Bangsa 2024. Indonesia berada di peringkat 64 dari 193 negara, naik dari peringkat 77 pada 2022.
Selain itu, Indonesia disebut berada di peringkat 24 dari 66 negara dalam survei Universitas Waseda 2024. Adapun evaluasi SPBE berpedoman pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 59 Tahun 2020 dan Pedoman Nomor 3 Tahun 2024.
Bukan sekadar mengejar angka
Menteri Rini menekankan bahwa evaluasi bertujuan menemukan langkah perbaikan, bukan semata mengejar skor atau peringkat. Menurut dia, SPBE semestinya bermuara pada pemerintahan yang akuntabel dan layanan yang berkualitas. Deputi Kementerian PANRB Nanik Murwati juga menyebut evaluasi dimaksudkan untuk menghargai penerapan yang nyata, bukan kepatuhan administratif.
Bagi warga, layanan yang berkualitas sering kali dimulai dari hal sederhana. Mereka mencari informasi di website instansi. Di sanalah mereka menilai apakah persyaratan mudah ditemukan, jadwal layanan jelas, dan kontak dapat dihubungi.
Website sebagai pintu depan layanan
SPBE mencakup banyak hal di balik layar, mulai dari kebijakan hingga sistem internal. Namun, dari sisi masyarakat, website resmi adalah wajah yang paling terlihat. Website yang rapi, mutakhir, dan mudah dipahami membantu warga sebelum mereka datang ke kantor atau memakai aplikasi layanan.
Sebaliknya, website dengan berita lama di beranda, tautan yang tidak berfungsi, atau tata letak yang membingungkan dapat menimbulkan kesan layanan yang kurang terurus. Kesan itu bisa muncul meskipun sistem di belakangnya sudah berjalan baik.
Langkah kecil yang terasa bagi warga
Perbaikan website instansi tidak selalu menuntut sistem baru. Banyak perbaikan bisa dimulai dari tampilan dan isi. Menyusun ulang menu sesuai kebutuhan warga, menulis ulang prosedur dengan bahasa sederhana, serta memperbarui foto dan kontak sudah memberi perbedaan. Langkah semacam ini juga lebih mudah dijaga bila ada jadwal dan penanggung jawab yang jelas.
Apa artinya bagi Anda
- Tinjau beranda dari sudut pandang warga. Pastikan layanan yang paling sering dicari dapat ditemukan dalam satu atau dua klik.
- Tetapkan jadwal pembaruan konten. Pengumuman, agenda, dan persyaratan layanan perlu diperiksa secara rutin.
- Seragamkan tampilan antarunit. Identitas visual yang konsisten memudahkan warga mengenali halaman resmi.
- Utamakan kenyamanan di ponsel. Banyak warga membuka website instansi dari telepon genggam.
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Jelaskan prosedur dengan langkah berurutan, bukan hanya mengunggah salinan peraturan.
- Tampilkan kontak yang aktif. Nomor telepon, surel, dan alamat kantor yang benar membuat warga lebih yakin menghubungi instansi.
Bila instansi Anda ingin menyegarkan tampilan portal informasi dan merapikan isinya, lihat layanan website kami atau sampaikan kebutuhan Anda.
Sumber
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.