Apikin.com

Blog · Website & Aplikasi

Uni Eropa Wajibkan Layanan Digital Ramah Penyandang Disabilitas

Sejak 28 Juni 2025, Uni Eropa mewajibkan toko daring dan layanan digital lain mudah dipakai penyandang disabilitas. Ini pelajaran bagi pengelola website.

Ilustrasi tipografis bertuliskan Aksesibilitas Web dengan judul Eropa Wajibkan Layanan Digital Ramah Disabilitas dalam warna merek Apikin
Ilustrasi: Tim Apikin

Sejak 28 Juni 2025, Undang-Undang Aksesibilitas Eropa atau European Accessibility Act (EAA) mulai diterapkan di seluruh Uni Eropa. Menurut AccessibleEU, pusat dukungan aksesibilitas di lingkungan Komisi Eropa, sejak tanggal itu sejumlah produk dan layanan penting wajib dapat digunakan oleh penyandang disabilitas. Cakupannya meliputi ponsel pintar, komputer, layanan perbankan, buku elektronik, transportasi umum, dan platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

Dalam beritanya pada 31 Juli 2025, Komisi Eropa menyebut ada sekitar 100 juta penduduk Uni Eropa yang hidup dengan disabilitas. Aturan ini dirancang agar mereka dapat memakai layanan sehari-hari tanpa hambatan yang tidak perlu.

Ringkasan poin penting: EAA berlaku di Uni Eropa sejak 28 Juni 2025; Toko daring dan layanan digital termasuk yang diatur; Mulai dari kontras, teks alternatif, dan label formulir
Ringkasan poin penting dari artikel ini, disusun Tim Apikin.

Aturan yang juga menyentuh layanan daring

EAA berbentuk direktif. Artinya, setiap negara anggota memasukkannya ke dalam hukum nasional masing-masing. Laman resmi Komisi Eropa mencatat bahwa batas waktu pengalihan ke hukum nasional adalah Juni 2022. Tiga tahun kemudian, kewajibannya mulai berjalan.

Bagi pengelola website, bagian yang paling relevan adalah layanan daring. AccessibleEU mencontohkan situs dan aplikasi informasi transportasi, misalnya jadwal perjalanan dan pembelian tiket, yang harus memenuhi ketentuan. Transaksi layanan keuangan secara daring juga termasuk. Begitu pula platform perdagangan elektronik yang melayani konsumen.

Ada satu hal yang sering terlewat. Aturan ini juga mewajibkan pelatihan tentang disabilitas dan aksesibilitas bagi penyedia layanan. Jadi, yang dituntut bukan hanya tampilan layar, tetapi juga kesiapan orang yang mengelolanya.

Mengapa kabar dari Eropa perlu diperhatikan

Bagi pelaku usaha dan organisasi di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh. Namun, ada dua alasan untuk tetap memperhatikannya.

Pertama, bila Anda melayani pembeli di Eropa lewat toko daring, aturan ini bisa saja menyentuh usaha Anda. Rinciannya bergantung pada hukum nasional negara yang bersangkutan. Karena itu, periksalah aturan resminya atau tanyakan kepada penasihat hukum yang memahami pasar tersebut.

Kedua, EAA menunjukkan arah yang lebih luas. Aksesibilitas digital makin dipandang sebagai bagian dari layanan dasar, bukan hiasan tambahan. Komisi Eropa sendiri menyebut aturan bersama ini dapat menekan biaya, memudahkan perdagangan lintas negara, dan membuka peluang pasar bagi produk serta layanan yang aksesibel.

Seperti apa website yang lebih mudah diakses

Aksesibilitas tidak selalu berarti pekerjaan besar. Banyak perbaikan berawal dari keputusan desain yang sederhana. Teks dengan kontras cukup lebih mudah dibaca oleh orang dengan penglihatan rendah. Gambar yang diberi teks alternatif dapat dibacakan oleh pembaca layar. Tombol yang cukup besar memudahkan orang dengan keterbatasan gerak. Formulir dengan label yang jelas membantu semua pengunjung, termasuk orang tua dan pengguna yang terburu-buru.

Perbaikan semacam ini jarang terlihat mencolok. Namun, pengunjung merasakannya ketika mereka bisa menyelesaikan urusan tanpa bingung.

Memulai tanpa harus sempurna

Banyak organisasi menunda perbaikan karena merasa harus membereskan semuanya sekaligus. Padahal, langkah bertahap lebih realistis. Mulailah dengan memeriksa halaman yang paling sering dikunjungi. Catat hambatan yang ditemukan, lalu perbaiki satu per satu. Bila memungkinkan, mintalah masukan dari pengguna sungguhan, termasuk penyandang disabilitas. Masukan mereka sering mengungkap masalah yang tidak terlihat oleh tim internal. Cara ini juga membantu Anda menyusun prioritas anggaran dengan lebih masuk akal.

Apa artinya bagi Anda

  • Kenali pasar Anda. Bila ada konsumen di Uni Eropa, pelajari aturan resmi negara tujuan sebelum menyimpulkan kewajiban Anda.
  • Mulai dari halaman terpenting. Periksa beranda, halaman produk, formulir kontak, dan alur pemesanan lebih dulu.
  • Perhatikan dasar-dasar desain. Kontras warna, ukuran huruf, teks alternatif gambar, dan label formulir adalah langkah awal yang realistis.
  • Siapkan tim pengelola konten. Pastikan orang yang memperbarui website tahu cara mengunggah gambar, dokumen, dan video yang mudah diakses.

Bila Anda ingin menata ulang tampilan website agar lebih nyaman dibaca semua orang, lihat layanan website kami atau ceritakan kebutuhan Anda.

Sumber

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.

Baca juga

Artikel lain

WCAG 2.2 Resmi Menjadi Standar Internasional ISO

Pedoman aksesibilitas web WCAG 2.2 kini terbit sebagai ISO/IEC 40500:2025. Simak isi pentingnya dan apa artinya bagi tampilan website organisasi Anda.

Punya kebutuhan serupa?

Ceritakan tujuan, audiens, dan tenggat Anda. Kami siapkan lingkup dan penawarannya.