Apikin.com

Blog · Website & Aplikasi

Riset Pew: Ringkasan AI di Google Mengurangi Klik ke Website

Riset Pew menemukan pengguna Google lebih jarang mengeklik tautan saat muncul ringkasan AI. Website perlu menjawab dengan jelas saat pengunjung akhirnya datang.

Ilustrasi tipografis bertuliskan Perilaku Pencarian dengan judul Saat Ringkasan AI Muncul, Klik ke Website Menurun dalam warna merek Apikin
Ilustrasi: Tim Apikin

Pengguna Google ternyata lebih jarang mengeklik tautan ketika hasil pencarian menampilkan ringkasan buatan kecerdasan artifisial (AI). Temuan ini dipublikasikan Pew Research Center, lembaga riset asal Amerika Serikat, pada 22 Juli 2025. Pew menganalisis riwayat penjelajahan 900 orang dewasa di AS selama Maret 2025. Para peserta bersedia membagikan data tersebut untuk riset.

Hasilnya cukup jelas. Saat ringkasan AI muncul, pengguna mengeklik tautan hasil pencarian biasa pada 8 persen kunjungan. Tanpa ringkasan AI, angkanya 15 persen. Tautan yang dicantumkan di dalam ringkasan AI sendiri hanya diklik pada sekitar 1 persen kunjungan.

Ringkasan poin penting: Klik ke hasil pencarian turun dari 15% ke 8% kunjungan; Tautan di dalam ringkasan AI hanya diklik sekitar 1%; Pengunjung yang datang ingin jawaban jelas dan cepat
Ringkasan poin penting dari artikel ini, disusun Tim Apikin.

Apa saja yang ditemukan Pew

Pew mencatat ada 68.879 pencarian Google unik dalam data tersebut. Sekitar 18 persen di antaranya memunculkan ringkasan AI. Pencarian yang panjang dan berbentuk pertanyaan lebih sering memicu ringkasan. Pencarian yang diawali kata tanya seperti siapa, apa, kapan, atau mengapa menghasilkan ringkasan pada 60 persen kasus.

Ada pula temuan tentang kapan orang berhenti menjelajah. Pada halaman dengan ringkasan AI, 26 persen kunjungan berakhir di situ. Pada halaman tanpa ringkasan, angkanya 16 persen. Wikipedia, YouTube, dan Reddit menjadi sumber yang paling sering dikutip, baik di ringkasan AI maupun di hasil biasa.

Perlu dicatat, riset ini mengamati perilaku dan tidak membuktikan sebab-akibat secara langsung. Namun, polanya patut diperhatikan oleh siapa pun yang mengandalkan pencarian untuk menjangkau calon pelanggan.

Kebiasaan lama belum hilang

Nielsen Norman Group (NN/g), lembaga riset pengalaman pengguna, meneliti hal serupa dari sisi kualitatif. Dalam artikel 15 Agustus 2025, NN/g melaporkan uji pengguna terhadap sembilan peserta di Amerika Utara dan Inggris. Semua peserta pernah melihat ringkasan AI Google. Namun, tidak ada yang sepenuhnya bergantung pada AI.

Peserta tetap memakai pencarian biasa beberapa kali. Mereka juga kerap memakai keduanya bersamaan, bahkan untuk saling memeriksa. NN/g menilai AI kini menjadi jalan pintas untuk riset yang melelahkan, tetapi belum menggantikan pencarian tradisional. NN/g juga mengakui bahwa berkurangnya klik ke halaman sumber merupakan tantangan serius bagi para pembuat konten.

Sumber resmi tetap dirujuk

Temuan Pew lainnya juga patut dicermati. Situs pemerintah berdomain .gov mencakup 6 persen sumber di ringkasan AI, sedangkan di hasil biasa hanya 2 persen. Pew tidak menjelaskan penyebabnya. Namun, angka ini mengingatkan bahwa informasi resmi yang tertata tetap dirujuk. Ringkasan AI sendiri umumnya pendek, dengan panjang tengah sekitar 67 kata. Ruang sesempit itu jelas tidak cukup untuk menjelaskan seluruh layanan Anda.

Kunjungan lebih sedikit, harapan lebih tinggi

Dari dua riset ini, ada satu pelajaran praktis. Pengunjung yang akhirnya membuka website Anda kemungkinan sudah membaca ringkasan lebih dulu. Mereka datang untuk memastikan, membandingkan, atau mengambil tindakan. Bila halaman lambat, berantakan, atau tidak menjawab pertanyaan, kesempatan itu bisa hilang.

Apa artinya bagi Anda

  • Jawab pertanyaan utama di bagian atas. Letakkan informasi inti, seperti layanan, harga atau cara memesan, dan kontak, di tempat yang langsung terlihat.
  • Tulis dengan bahasa yang lugas. Pertanyaan pengguna makin panjang; halaman yang menjawab dengan kalimat jelas lebih mudah dipahami.
  • Buat langkah berikutnya mudah. Tombol hubungi, formulir singkat, atau peta lokasi membantu pengunjung yang sudah siap bertindak.
  • Jaga informasi tetap mutakhir. Pengunjung datang untuk memastikan; data yang usang justru menurunkan kepercayaan.
  • Pantau data kunjungan secara berkala. Perhatikan perubahan jumlah dan perilaku pengunjung, lalu sesuaikan isi halaman.

Bila Anda ingin halaman-halaman penting di website lebih jelas dan mudah dipindai, lihat layanan website kami atau ceritakan kebutuhan Anda.

Sumber

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.

Baca juga

Artikel lain

WCAG 2.2 Resmi Menjadi Standar Internasional ISO

Pedoman aksesibilitas web WCAG 2.2 kini terbit sebagai ISO/IEC 40500:2025. Simak isi pentingnya dan apa artinya bagi tampilan website organisasi Anda.

Punya kebutuhan serupa?

Ceritakan tujuan, audiens, dan tenggat Anda. Kami siapkan lingkup dan penawarannya.