Apikin.com

Blog · Media Sosial

Instagram Batasi Tagar Maksimal Lima per Unggahan dan Reels

Instagram kini membatasi tagar maksimal lima per unggahan dan Reels. Kebiasaan memasang puluhan tagar perlu diganti dengan pilihan yang lebih tepat sasaran.

Ilustrasi tipografis bertuliskan Kini Cukup Lima Tagar per Unggahan dengan lima simbol tagar tersusun rapi
Ilustrasi: Tim Apikin

Instagram mulai membatasi jumlah tagar (hashtag) yang dapat dipasang pada satu unggahan. Seperti dilaporkan Social Media Today pada 18 Desember 2025, batasnya kini lima tagar per keterangan. Aturan ini berlaku untuk unggahan biasa maupun Reels dan diterapkan secara bertahap.

Menurut laporan yang sama, Instagram sudah menguji pembatasan ini selama kurang lebih satu tahun. Dalam uji coba terakhir, sebagian pengguna bahkan hanya bisa memasang tiga tagar. Angka lima akhirnya ditetapkan sebagai batas yang berlaku umum.

Ringkasan poin penting: Batas lima tagar berlaku untuk unggahan biasa dan Reels; Instagram menilai tagar tepat sasaran lebih berguna dari tagar umum; Tagar kini lebih berperan sebagai penanda topik
Ringkasan poin penting dari artikel ini, disusun Tim Apikin.

Alasan di balik pembatasan

Instagram menyampaikan bahwa beberapa tagar yang tepat sasaran lebih berguna daripada banyak tagar umum. Menurut platform tersebut, cara ini dapat memperbaiki kinerja konten sekaligus pengalaman pengguna. Pembatasan juga dipandang sebagai cara menekan penyalahgunaan tagar.

Langkah ini sejalan dengan pernyataan pimpinan Instagram, Adam Mosseri, sepanjang 2025. Pada Februari 2025, ia menyebut tagar tidak membantu menambah jangkauan. Pada Mei 2025, ia menjelaskan bahwa tagar tetap berguna untuk memberi tahu orang tentang isi unggahan dan menghubungkan unggahan yang setopik.

Tagar bergeser menjadi penanda topik

Social Media Today mencatat bahwa peran tagar dalam penemuan konten sudah jauh berkurang. Rekomendasi kini lebih banyak digerakkan oleh sistem berbasis kecerdasan buatan. Tagar masih membantu mengelompokkan konten, tetapi fungsinya lebih dekat ke penanda topik daripada alat pendongkrak jangkauan.

Threads, aplikasi berbasis teks milik Meta, sudah lebih dulu hanya mengizinkan satu tag per unggahan. Arah kebijakan di kedua aplikasi terlihat serupa: penanda sedikit, tetapi relevan.

Bagi pengelola akun, perubahan ini mengakhiri kebiasaan menempelkan puluhan tagar di akhir keterangan atau di kolom komentar. Daftar tagar yang selama ini disalin dari satu unggahan ke unggahan lain perlu ditinjau ulang. Hal ini terutama berlaku bagi akun yang dikelola bergantian oleh beberapa orang, karena kebiasaan lama mudah terbawa.

Contoh penyesuaian di lapangan

Bayangkan sebuah kedai kopi yang selama ini memasang dua puluh tagar di setiap unggahan. Banyak di antaranya sangat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kedai tersebut. Dengan batas baru, kedai itu perlu memilih. Satu tagar nama kedai, satu tagar kota, satu tagar jenis minuman, dan satu tagar promo yang sedang berjalan sudah cukup menggambarkan isi unggahan.

Hal serupa berlaku bagi instansi. Dinas yang mengumumkan jadwal layanan, misalnya, cukup memakai tagar nama program dan nama daerah. Tagar yang konsisten memudahkan warga menelusuri pengumuman lama dalam satu topik. Bagi tim yang mengelola banyak akun, keputusan ini sebaiknya ditetapkan sekali, lalu dipakai bersama.

Perubahan ini juga menjadi kesempatan untuk merapikan arsip. Tagar merek yang dipakai secara konsisten akan membentuk kumpulan unggahan yang mudah ditelusuri, baik oleh pelanggan maupun oleh tim Anda sendiri.

Apa artinya bagi Anda

  • Susun ulang daftar tagar. Pilih paling banyak lima tagar untuk setiap jenis konten, misalnya satu tagar merek, satu tagar kategori produk atau layanan, dan satu tagar lokasi.
  • Utamakan tagar yang menjelaskan isi. Tagar yang hanya menyebut format atau fitur aplikasi tidak memberi tahu audiens tentang pokok unggahan Anda.
  • Perkuat keterangan. Karena rekomendasi makin bergantung pada pemahaman isi konten, keterangan yang jelas dan memuat kata kunci secara wajar menjadi lebih penting.
  • Tuliskan pedoman untuk tim. Bila akun dikelola beberapa orang, cabang, atau satuan kerja, satukan aturan tagar dalam satu pedoman agar setiap unggahan mengikuti batas baru.
  • Pantau hasilnya. Bandingkan data jangkauan sebelum dan sesudah penyesuaian, lalu perbaiki pilihan tagar secara berkala.

Penyesuaian kecil seperti ini mudah terlewat ketika akun dikelola di sela pekerjaan lain. Bila Anda ingin akun tetap rapi mengikuti aturan platform, lihat layanan pengelolaan media sosial kami atau ceritakan kebutuhan Anda.

Sumber

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.

Baca juga

Artikel lain

Punya kebutuhan serupa?

Ceritakan tujuan, audiens, dan tenggat Anda. Kami siapkan lingkup dan penawarannya.