Fitur Your Algorithm: Pengguna Instagram Kini Atur Topik Rekomendasi
Lewat fitur Your Algorithm, pengguna Instagram dapat melihat dan mengatur topik yang membentuk rekomendasi. Kejelasan topik akun kini makin menentukan.

Instagram memperkenalkan fitur Your Algorithm yang memungkinkan pengguna melihat dan mengatur topik yang membentuk rekomendasi mereka. Menurut pengumuman resmi di blog Instagram tertanggal 10 Desember 2025, fitur ini mula-mula hadir di tab Reels untuk pengguna di Amerika Serikat.
Cakupannya kemudian diperluas. Instagram memperbarui pengumuman itu pada 15 April 2026, ketika fitur masuk ke halaman Jelajah (Explore) secara global dalam bahasa Inggris. Pembaruan berikutnya pada 10 Juni 2026 menyebut fitur ini sudah tersedia di seluruh Instagram, termasuk Beranda (Feed), Reels, dan Jelajah.

Cara kerja fitur
Instagram menggunakan kecerdasan buatan untuk merangkum minat utama setiap pengguna. Pengguna dapat melihat ringkasan itu, mengetik topik baru, dan memilih topik yang ingin dilihat lebih banyak atau lebih sedikit. Daftar minat itu juga dapat dibagikan ke Story bila pengguna menghendakinya.
Fitur dibuka melalui ikon di pojok kanan atas Reels atau Jelajah. Jalur lain tersedia di menu Pengaturan dan aktivitas, lalu Preferensi konten. Unggahan yang direkomendasikan berdasarkan minat tertentu diberi label topik yang dapat diketuk untuk melihat konten sejenis.
Instagram menjelaskan bahwa perubahan minat berlaku sekaligus di Beranda, Reels, dan Jelajah karena ketiganya berjalan dalam satu sistem. Perusahaan juga menyebut fitur ini masih tahap awal dan akan terus disempurnakan.
Kejelasan topik akun makin menentukan
Selama ini banyak pengelola akun menganggap rekomendasi Instagram sulit ditebak. Kini pengguna punya kendali langsung untuk menyebut topik yang mereka minati. Konsekuensinya, akun perlu mudah dikenali dari sisi topik.
Akun yang isinya berpindah-pindah tanpa tema lebih sulit dikaitkan dengan minat tertentu. Sebaliknya, akun yang konsisten membahas satu bidang lebih mudah ditemukan oleh orang yang memilih topik tersebut. Label topik pada unggahan rekomendasi juga menunjukkan bahwa Instagram mengelompokkan konten berdasarkan pokok bahasannya.
Perlu dicatat, pengumuman resmi baru menyebut ketersediaan dalam bahasa Inggris. Meski begitu, arahnya sudah jelas: pengguna makin aktif memilih apa yang ingin mereka lihat.
Bagaimana pengguna memilih topik
Fitur ini memberi ruang bagi pengguna untuk menyebut minat dengan kata-kata mereka sendiri. Seseorang yang sedang merencanakan pernikahan, misalnya, dapat menambahkan topik dekorasi atau katering. Akun yang rutin membahas topik itu berpeluang lebih mudah dikaitkan dengan minat tersebut.
Sebaliknya, pengguna juga dapat mengurangi topik yang tidak lagi mereka minati. Konten promosi yang terasa berulang dan tidak memberi nilai bisa saja tersingkir dari pilihan pengguna. Karena itu, keseimbangan antara konten promosi dan konten yang bermanfaat, seperti panduan, jawaban atas pertanyaan umum, atau cerita di balik layar, menjadi makin penting.
Bagi instansi, kejelasan topik juga membantu warga menemukan informasi layanan. Akun yang dikenal konsisten membahas layanan publik tertentu akan lebih mudah dikenali ketika warga mencari topik tersebut. Prinsip yang sama berlaku bagi organisasi nirlaba yang ingin dikenal lewat isu yang mereka perjuangkan.
Apa artinya bagi Anda
- Tetapkan dua sampai tiga pilar topik. Misalnya, toko bahan kue dapat berfokus pada resep, tips penyimpanan, dan produk baru. Instansi dapat berfokus pada layanan, pengumuman, dan edukasi publik.
- Sebut topik secara jelas. Gunakan kata yang mudah dikenali di keterangan, teks pada video, dan bio profil.
- Jaga konsistensi tema. Konten di luar bidang Anda boleh sesekali, tetapi jangan sampai mengaburkan identitas akun.
- Baca laporan per topik. Kelompokkan konten berdasarkan pilar dalam laporan bulanan untuk melihat tema mana yang paling banyak ditanggapi.
Menyusun pilar topik dan menjaganya tetap konsisten membutuhkan perencanaan rutin. Bila Anda memerlukan pendamping untuk itu, pelajari layanan pengelolaan media sosial kami atau hubungi kami untuk berdiskusi.
Sumber
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.