Kunci Sandi di Facebook dan Messenger: Langkah Amankan Akun Pengelola
Meta menghadirkan kunci sandi untuk masuk ke Facebook dan Messenger. Fitur ini relevan bagi pengelola halaman bisnis dan instansi yang rawan pembajakan.

Meta menghadirkan kunci sandi (passkey) sebagai cara masuk ke Facebook tanpa mengetik kata sandi. Pengumuman ini disampaikan di Meta Newsroom pada 18 Juni 2025 untuk perangkat seluler iOS dan Android. Pada 23 September 2025, Meta memperbarui pengumuman itu: kunci sandi yang sama kini dapat dipakai untuk masuk ke Messenger.
Cara kerja kunci sandi
Kunci sandi adalah kredensial masuk yang menggantikan kata sandi. Pengguna memverifikasi diri dengan sidik jari, pindai wajah, atau PIN yang biasa dipakai untuk membuka ponsel. Menurut Meta, kredensial ini tetap tersimpan di perangkat dan tidak dibagikan ke Meta.

Meta menilai kunci sandi lebih sulit ditebak atau dicuri dibanding kata sandi maupun kode sekali pakai lewat SMS. Perusahaan menyebut metode ini efektif menghadapi phishing, yaitu upaya memancing korban menyerahkan data masuk melalui pesan atau situs tiruan. Metode ini juga disebut tahan terhadap serangan yang mencoba banyak kata sandi umum secara massal.
Pengaturan kunci sandi tersedia di Pusat Akun (Accounts Center) melalui menu Pengaturan Facebook. Pengguna juga bisa mendapat tawaran membuatnya saat masuk. Kata sandi tetap dapat dipakai di perangkat yang belum mendukung kunci sandi. Selain untuk masuk, kunci sandi dapat dipakai untuk mengisi otomatis data pembayaran di Meta Pay.
Halaman resmi bergantung pada akun pribadi pengelola
Halaman Facebook milik bisnis atau instansi umumnya dikelola melalui akun pribadi para admin. Jika salah satu akun admin diambil alih, halaman resmi ikut terancam. Risikonya bertambah ketika akses diberikan kepada banyak orang tanpa catatan yang rapi, misalnya staf yang sudah pindah tugas atau vendor yang kontraknya sudah selesai.
Kunci sandi tidak menghapus semua risiko. Namun, metode ini menutup salah satu celah yang paling sering dimanfaatkan, yaitu kata sandi yang bocor atau terlanjur diketik di halaman palsu. Karena itu, keamanan akun sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari tata kelola akun resmi, bukan urusan pribadi masing-masing admin.
Langkah awal yang dapat dilakukan
Mengaktifkan kunci sandi biasanya hanya memakan beberapa menit per akun. Pekerjaan yang lebih panjang justru terletak pada penataan akses. Banyak halaman resmi dikelola oleh orang yang berganti dari waktu ke waktu. Tanpa catatan, sulit mengetahui siapa saja yang masih memegang akses.
Mulailah dengan membuat daftar sederhana: nama pengelola, peran yang dimiliki, tanggal akses diberikan, dan siapa yang menyetujuinya. Daftar ini perlu diperiksa ulang secara berkala, misalnya setiap tiga bulan atau setiap ada pergantian staf. Kebiasaan kecil ini membantu lembaga tetap memegang kendali atas akun resminya sendiri.
Bila lembaga Anda bekerja sama dengan agensi atau pihak ketiga, tetapkan juga aturan akses untuk mereka. Berikan peran sesuai kebutuhan pekerjaan, lalu cabut akses begitu kerja sama selesai. Dengan begitu, kendali atas halaman resmi tetap berada di tangan lembaga.
Apa artinya bagi Anda
- Aktifkan kunci sandi di akun setiap admin. Mulailah dari orang yang memegang peran tertinggi atas halaman resmi.
- Rapikan daftar akses. Catat siapa saja yang memiliki akses, lalu cabut akses yang sudah tidak diperlukan.
- Hindari akun bersama. Satu akun yang dipakai bergantian oleh beberapa orang menyulitkan penelusuran bila terjadi masalah.
- Waspadai pesan yang mengatasnamakan platform. Periksa setiap pemberitahuan langsung dari menu pengaturan akun, bukan dari tautan dalam pesan.
- Siapkan rencana pemulihan. Pastikan email dan nomor ponsel pemulihan masih aktif dan dipegang oleh pihak yang tepat.
Tata kelola akses sering baru diperhatikan setelah terjadi insiden. Bila Anda ingin menatanya sejak sekarang, lihat layanan pengelolaan media sosial kami atau bicarakan kebutuhan Anda dengan kami.
Sumber
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.