Riset Google di Balik Material 3 Expressive dan Pelajarannya
Google menguji Material 3 Expressive lewat 46 studi dengan lebih dari 18.000 peserta. Hasilnya memberi pelajaran soal tombol, warna, dan kejelasan antarmuka.

Google memperkenalkan Material 3 Expressive pada 13 Mei 2025. Menurut blog resmi Google, pembaruan sistem desain ini dirancang untuk Android 16 dan Wear OS 6, dengan warna dinamis, animasi yang lebih lentur, dan tipografi yang lebih tegas. Perangkat Pixel dijadwalkan menerimanya lebih dulu.
Yang menarik bukan hanya tampilannya, tetapi riset di baliknya. Tim Google Design memaparkan bahwa mereka menjalankan 46 studi dengan ratusan rancangan dan lebih dari 18.000 peserta dari berbagai negara.

Cara Google menguji desainnya
Google memakai beberapa metode sekaligus. Ada pelacakan gerak mata untuk melihat ke mana perhatian pengguna tertuju. Ada survei dan diskusi kelompok untuk menangkap respons emosional. Ada pula uji kegunaan untuk mengukur seberapa cepat orang memahami dan memakai antarmuka.
Temuan yang relevan bagi desain web
Menurut Google Design, peserta dapat menemukan elemen penting hingga empat kali lebih cepat pada rancangan ekspresif. Salah satu contohnya tombol kirim di aplikasi surel yang dibuat lebih besar dan diberi warna berbeda.
Temuan lain menyangkut usia. Peserta berusia 45 tahun ke atas dapat menemukan elemen kunci hampir secepat peserta yang lebih muda. Google juga mencatat bahwa tombol yang lebih besar dan pengelompokan dengan kontras tinggi membantu orang dengan beragam kemampuan gerak dan penglihatan.
Dari sisi selera, gaya ekspresif disukai di semua kelompok umur. Preferensinya paling kuat pada usia 18 sampai 24 tahun, hingga 87 persen.
Google Design juga melaporkan bahwa rancangan ekspresif dinilai lebih energik, positif, kreatif, dan ramah. Penilaian terhadap kesan modern naik 34 persen. Namun, angka-angka ini berasal dari pengujian aplikasi Google sendiri. Karena itu, temuan ini lebih tepat dibaca sebagai petunjuk arah, bukan resep yang pasti berhasil di setiap website.
Batasan yang diakui sendiri oleh Google
Bagian ini justru paling berharga. Google mengakui gaya ekspresif tidak cocok untuk semua konteks. Antarmuka seperti perbankan, misalnya, mungkin lebih membutuhkan kesan tenang. Dalam satu uji, daftar lagu yang diganti dengan susunan sampul album tanpa struktur jelas memang tampak modern, tetapi skor kegunaannya turun. Menghapus label teks pada tombol aksi juga menurunkan kegunaan. Sebagian pengguna pun tetap lebih menyukai tampilan yang tenang.
Prinsipnya dirumuskan dengan lugas oleh tim Google Design: "No amount of emotion can compensate for a lack of clarity." Artinya, seberapa pun menariknya tampilan, ia tidak dapat menggantikan kejelasan.
Dari aplikasi ke website
Material 3 Expressive memang dirancang untuk Android dan Wear OS. Namun, prinsip yang diuji Google dapat dipelajari secara luas. Warna dipakai untuk menarik perhatian ke aksi penting. Ukuran tombol diperbesar agar mudah ditemukan dan disentuh. Elemen sejenis dikelompokkan dalam wadah yang kontras. Prinsip-prinsip itu dapat diterapkan pada halaman website, terutama yang banyak dibuka dari ponsel.
Apa artinya bagi Anda
- Tonjolkan aksi utama. Tombol seperti hubungi, daftar, atau pesan sebaiknya cukup besar dan berwarna khas.
- Pertahankan label teks. Ikon saja sering membingungkan; padukan dengan kata yang jelas.
- Kelompokkan informasi sejenis. Wadah dengan kontras yang cukup membantu pengunjung memindai halaman.
- Sesuaikan gaya dengan konteks. Situs acara boleh lebih berani; layanan publik atau keuangan sebaiknya tetap tenang.
- Uji dengan pengguna sungguhan. Ajak beberapa orang dari kelompok usia berbeda mencoba website sebelum diluncurkan.
Bila Anda ingin website atau aplikasi yang tampil segar tanpa mengorbankan kejelasan, pelajari layanan website dan aplikasi kami atau hubungi kami.
Sumber
- Expressive Design: Google's UX Research — Google Design, 13 Mei 2025
- Android and Wear OS are getting a big refresh — Google (The Keyword), 13 Mei 2025
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.