Survei Wyzowl: 91 Persen Bisnis Memakai Video untuk Pemasaran
Laporan Wyzowl 2026 mencatat 91 persen bisnis memakai video, dan 89 persen konsumen menilai kualitas video memengaruhi kepercayaan mereka pada merek.

Wyzowl, penyedia jasa pembuatan video penjelas, kembali merilis laporan tahunan State of Video Marketing untuk edisi 2026. Laporan ini disusun dari survei terhadap 266 responden pada akhir 2025, terdiri atas pemasar dan konsumen daring. Wyzowl menyebut laporannya memiliki data 12 tahun berturut-turut.
Temuan utamanya, 91 persen bisnis menggunakan video sebagai alat pemasaran. Angka ini menyamai rekor tertinggi sebelumnya. Sebanyak 93 persen pemasar video juga menilai video sebagai bagian penting dari strategi mereka.

Video penjelas dan testimoni paling banyak dibuat
Jenis video yang paling banyak dibuat adalah video untuk media sosial (69 persen) dan video penjelas atau explainer (68 persen). Berikutnya video testimoni (57 persen), video presentasi (48 persen), dan iklan video (48 persen). Video dengan pengambilan gambar langsung (live action) masih menjadi jenis utama bagi 51 persen pemasar.
Dari sisi penonton, 96 persen konsumen pernah menonton video penjelas untuk mengenal produk atau layanan. Sebanyak 63 persen paling suka mempelajari produk lewat video singkat, jauh di atas membaca artikel (12 persen). Durasi 30 detik hingga 2 menit dinilai paling efektif oleh 71 persen pemasar.
Kualitas ikut membentuk kepercayaan
Satu angka layak dicatat. Sebanyak 89 persen konsumen mengatakan kualitas video memengaruhi kepercayaan mereka terhadap sebuah merek. Wyzowl menilai penonton sudah terbiasa melihat banyak video, sehingga cepat menangkap perbedaan antara video yang dibuat seadanya dan yang dikerjakan dengan cermat.
Laporan ini juga mencatat penggunaan kecerdasan artifisial (AI). Sebanyak 63 persen pemasar video pernah memakai alat AI untuk membuat atau menyunting video, naik dari 51 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, 59 persen membuat video secara internal, dan 42 persen melibatkan pembuat video eksternal dalam bentuk tertentu.
Hambatan yang masih ada
Di antara bisnis yang belum memakai video, alasan terbanyak adalah merasa tidak perlu dan menganggap biayanya mahal, masing-masing 24 persen. Kurang waktu disebut 19 persen, sementara 10 persen tidak tahu harus mulai dari mana. Meski begitu, 67 persen dari kelompok ini berencana mulai memakai video pada 2026.
Dari sisi anggaran, 92 persen pemasar video berencana membelanjakan dana yang sama atau lebih besar untuk video pada 2026. Sebanyak 49 persen bahkan berencana menambah. Pandangan soal biaya terbelah: 38 persen menilai video makin mahal, sedangkan 30 persen menilai makin murah.
Perlu diingat, jumlah responden survei ini relatif kecil dan Wyzowl sendiri bergerak di bidang jasa video. Angkanya lebih tepat dibaca sebagai gambaran arah, bukan ukuran pasti untuk pasar Indonesia.
Apa artinya bagi Anda
- Mulai dari satu video penjelas. Jelaskan produk atau layanan utama Anda dalam satu hingga dua menit.
- Kumpulkan testimoni. Cerita pelanggan atau penerima manfaat sering kali lebih meyakinkan daripada klaim sendiri.
- Jaga kualitas dasar. Suara yang jernih, pencahayaan cukup, dan penyuntingan rapi ikut membentuk kesan terhadap usaha atau lembaga Anda.
- Tentukan ukuran keberhasilan. Pemasar dalam survei paling sering memakai jumlah tayangan (67 persen) dan interaksi (63 persen). Pilih ukuran yang sesuai tujuan Anda.
- Atur produksi secara bertahap. Bila biaya menjadi kendala, rencanakan beberapa video dalam satu jadwal pengambilan gambar agar lebih efisien.
Bila Anda sedang menimbang video penjelas atau video testimoni pertama, lihat layanan video kami atau mari berbincang tentang kebutuhan Anda.
Sumber
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Apikin dari sumber di atas untuk keperluan informasi.